Friday, 26 September 2014

Korea- Indonesia Asean Games 2014

Sedih...sedih banget. Banget. Banget. Bangeeeeeeeeeeeet. Apa sih salah gue ini! Kalah lagi 5-1. Oh my gosh! Malam ini mungkin nggak akan tidur nyenyak lagi.

Tapi kekalahan ini juga bukan hal yang baru. Tipikal orang Indonesia:

1. Telat panas.
Belum deadline, belum dikerjain. Semuanya serba mendadak. Aku juga suka begitu sih aku pikir- pikir. Aku juga ngerasa begitu dilingkunganku juga.Bahkan sampai di sistem pendidikan.Sedihh lagi. Kalau mau akreditasi baru sibuk- sibuk siap ini itu. Kalau tugas paling lambat dikumpul lima hari lagi, maka last minute baru ngumpul. Bahkan nggak perlu last minute, karena biar kelewat sepuluh menit juga masih ditoleransi. Kalau belum diakui dinegara asing, belum ada tu yang gerak.

2.  Balik lagi ke nomor 1.
 Efek dari telat panas itu banyak. Banyak banget. Dari waktu yang habis entah untuk apa, sehingga semuanya serba terburu- buru tanpa rencana. Sayangnya beribu sayang, temanku justru mulai berprinsip bahwa semua yang terencana, pasti tidak akan jadi terlaksana. Jadi jangan pernah direncanakan. Parahkah kalau begini. Tapi aku mengiyakan juga. Sedihhh. Tapi aku mulai merasa bahwa rencana itu hanya untuk sesuatu yang tidak benar- benar kita inginkan. Betulkan?

3. Lanjutan no 2.
Karena tanah kita begitu subur, kita hampir tidak mempersalahkan hal- hal yang sepele. Tidak ada jiwa untuk bersaing. Sebagai orang Indonesia terus terang aku merasa bahwa kita terlalu nyaman, terlalu sabar dengan hal- hal yang buruk. Buktinya korupsi saja masih sebegitu banyaknya dan sebegitu ringan hukumannya. Bahkan fasilitas mewah masih bisa dinikmati. Bahkan rakyat bisa memaafkan. Selam bunuh membunuh tanpa darah. Kita lebih mudah memaafkan.

Betul juga! Karena itu juga negara lain juga  main halus dengan kita, tidak akan ada bedil- bedilan seperti yang terjadi di Palestina misalnya. Mereka menggunakan cara yang diam- diam tapi melumpuhkan, seperti dari segi ekonomi, pembodohan, dan strategi devide de impera. Hal- hal itu kan yang selalu mengalahkan kita. Terbuktikan kita kalah dengan hal- hal seperti itu. Misalnya saja PSSI dan KPSI...ya macaam itulah. Sibuk perang sendiri!

4. Exception
Salut cuma buat pendukung timnas. Masih teriak- teriak di tribun. Cuma itu yang bisa bikin seneng, bikin adem meskipun kali ini kalah. Meskipun kadang sebel juga kalau dinegeri sendiri bisa sampai hantam- hantaman.

Buat timnas, semangat aja. Semangat! Huuuhuuuhuhuuuu....

No comments:

Post a Comment