Sunday, 31 August 2014

Bye Skripsi, Cinta dimana Cinta?

Yay! Keajaiban dari Allah dan berkat doa dan dukungan semuanya skripsi lebih cepat selesai tak seperti yang kubayangkan. Aku merindukan saat- saat seperti itu meskipun agak menyebalkan. Tips? Sebelumnya banyak hal diluar dugaanku seperti:

-Pelajaran Pertama: Mantapkan Judul
 
Judul memang harus unik dan baru, dulu aku memillih judul ini karena dari judulku aku melanjutkan materi yang aku pelajari. Bukan mengulang tapi materiku yang terdahulu mensupport judulku yang sekarang. Sebenarnya materiku sudah kuno,tapi dikampusku masih termasuk baru. Yah...kita kan sering ketinggalan ilmu pengetahuan. 

-Pelajaran Kedua: Siapkan Buku

Punya buku yang mendukung teori. Jangan seperti temanku karena dia mengambil teori lama yang bukunya jadi susah didapat. Beberapa dosen ada yang membuat aturan lebih ketat misalnya bukunya harus ditulis minimal paling lawas adalah dalam rentan 10 tahunan misalnya jadi kalau sekarang 2014 maka buku referensi dimulai dari tahun 2004an. Untungnya banyak ebook yang bisa didownload.

-Pelajaran Ketiga: Bertanya

Dalam membuat skripsi ini aku harus memutuskan sendiri teori mana yang aku pilih, yah. Maksudku setelah aku bepusing- pusing ria selama dua minggu untuk memahami banyak teori tentang satu hal pembimbingku hanya bilang: pilih saja satu!

Iya! Sial!  Aku yang bodoh melewakan dua minggu untuk ngubek-ubek semua teori. Kalau harus memilih satu saja sehari- bukan satu jam saja aku sudah bisa mengambil keputusan. Salahku yang memilih mengudur jadwal bimbingan. Salahku yang tidak segera menemuinya. Bertanya memang ampuh, meskipun ini tidak disarankan oleh temanku, yang katanya semakin banyak bertanya semakin banyak revisi. Jadi yaaa...tergantung dosen dan kamunya lah ya...

-Pelajaran Keempat: Temui Pembimbing Sesering Mungkin

Nb: Ini hanya berlaku untuk sedikit pembimbing saja yang mungkin  terlihat keras dan killer. Seorang temanku bisa dua kali sehari. Misal pagi ketemu, lalu direvisi, sore menghadap lagi. Hasilnya; berhasil! Dia mendapat banyak kemudahan. Mungkin sang dosen sedang mengecek seberapa gigih anak didikannya. Kalau jadwal sudah ditentukan: penuhi dan jangan menunda- nunda untuk hari berikutnya. Kalau boleh konsultasi dirumah itu lebih oke juga.

- Pelajaran Kelima:Mencatat

Jika dosenmu memberi keterangan lisan, catat! Catat juga hal- hal yang mau dicari misalnya buku A, B, C, D, hal yang sama ketika sedang browsing jangan ngelantur kemana- mana dulu sampai listnya terpenuhi. Simpan juga  situs- situs penting yang dapat membantumu memahami skipsimu.

- Pelajaran Keenam: Cari Guru

Meskipun aku punya dosen pembimbing, kadang malu juga untuk bertanya sesuatu. Alhasil, aku cari orang kedua, ketiga and so on. Aku mencari orang- orang yang belajar major yang sama denganku, jadi bisa tanya- tanya. Apalagi aku belajar bahasa jadi kehadiran native sangat membantu. Bukan teman sekampus, karena pasti mereka sibuk dengan skripsi mereka juga.

-Pelajaran Ketujuh: Memahami Mood Sendiri

Yah, setiap orang beda. Aku misalnya tidak bisa mengerjakan ditempat ramai. Harus sendiri dan benar- benar sendiri atau dengan orang- orang yang tidak dikenal. Asalkan tidak ada yang bertanya saja. Fokus. Kalau sedang malas biasanya aku telepon teman dan cari kabar tentang skripsi mereka. Atau datang ke kampus melihat teman lain yang bimbingan dan cerita soal apa- apa saja. Lumayan buat mood naik.

-Pelajaran Kedelapan: Temukan Motivasi

Kalau tidak bisa diri sendiri, libatkan orang disekitar misalnya teman, pacar (aku justru mendepaknya jauh- jauh), sahabat, dendam, ejekan, pembuktian, orangtua, biaya, etc. Temanku mengakui, kebanyakan temanku mengakui bahwa orangtua membantu: kasihan sama orang tua yang udah kasih biaya. Atau temanku yang lain adalah ejekan: yah pada intinya dia juga bisa cepat selesai, dan membuktikan bahwa dia juga bisa dan bahkan lebih baik. Dendam dan ejekan dan semacamnya menurutku menaikan semangat berperang dan ampuh meskipun hanya untuk sesaat. 

-Pelajaran Kesembilan: Rayakan

Menghadiahi diri sendiri: Biasanya setelah berhasih menyelesaikan poin penting, atau menemukan temuan yang luar biasa, aku menghadiahi diri sendiri: sebotol yogurt, atau makanan yang jarang dibeli karena mahalnya, atau makan keju atau makan es, atau minum kopi.

-Pelajaran Kesepuluh: Banyak Baca

Membaca adalah KEWAJIBAN!

-Pelajaran Kesebelas: Tekun. 

Aku sebenarnya agak terganggu dengan kata itu. Kurang begitu suka. Faktor dari diri yang terbesar mungkin yang namanya tekun ini. Banyak orang yang mungkin lebih pintar dari kamu, tapi menyelesaikan skripsi tidak semata- mata urusan otak tapi yaaa tekun itu tadi. 

-Pelajaran Keduabelas: Urusi Hal- Hal yang Sepele

Catatan kaki, ukuran kertas, besar huruf, format penulisan, bibliografi, dan urusan birokrasi lainnya. Ada baikknya kutipan- kutipan yang dipakai  di fotokopi.

-Pelajaran Ketigabelas: Berdoa, Sedekah, Puasa

Ya...apalagi! Kdang Tuhan bekerja dengan cara yang aneh jadi percaya saja denganNya.

Jadi skripsiku benar-benar berakhir?? Ah....Dunia luar sudah menyambutku dengan berita CPNS. Cintaku justru ya entah kemana?